Tampilkan postingan dengan label Cerpen bersambung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen bersambung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Januari 2016

Tunjukkan skill menulismu di Wattpad



haloooo kawla mudaaa...

Ada yang udah tau wattpad? wattpad tuh apa sih?

wattpad adalah aplikasi yang memungkinkan kamu membaca novel software yang diciptakan seseorang dengan berbagai macam genre tersedia. kamu juga bisa nulis novel mu sendiri loh! kamu bisa menerbitkan novel mu menggunakan aplikasi tersebut. memungkinkan khalayak ramai pengguna wattpad lainnya juga membaca hasil karya kamu! ada juga fasilitas comment and vote loh! kalau karya mu banyak disukai para pengguna wattpad, pasti banyak yang ngasih vote dan comment di setiap karyamu. walaupun butuh proses bagi pemula untuk mendapatkan semua itu sih. but, at least karyamu tidak lagi hanya ditumpuk di laptopmu dan tidak hanya kamu yang menjadi readersnya.

sekarang gue mau sedikit promote wattpad gue nih hehe. di add ya @alvitard

Gue juga mau share sedikit mengenai sinopsis cerbung terbaru gue, judulnya ''BEGIN'' check this out!


BEGIN menceritakan tentang seorang remaja perempuan bernama Vrina yang menjadi korban dari semua cita-cita kedua orang tuanya. Dan yang membuatnya semakin parah ialah, ia tidak bisa mengungkapkan apa opini nya dan tak bisa menolak semua keinginan orang tuanya dalam hidupnya. Inilah konflik dasar yang membangun cerbung ini. 

Lalu, Vrina memiliki sahabat bernama Pandu yang sangat mengerti Vrina. Seiring dengan pubertas keduanya. Vrina masih menjadi Vrina yang dulu, hanya dengan konflik batinnya semakin memburuk dan semakin terlihat buntu. Sedangkan Pandu mulai merasakan pergaulan bebas. Namun ia tak pernah menunjukkannya pada Vrina. Tapi tetap saja secerdas apapun kebohongan disembunyikan, pasti akan ketahuan juga. Akhirnya Vrina mengetahui semuanya dan merasa kecewa. Perdebatan terjadi antara mereka berdua, saling mengungkit masalah lawan bicaranya. Dan berakhir dengan perpisahan.

Hingga suatu hari tanpa direncanakan, keduanya bertemu di salah satu birthday party. Vrina melihat semua kelakuan Pandu, seketika itu juga rasanya hati seperti diremas tanpa ampun. Vrina mendekati Pandu dan berbicara olehnya. Di tengah perbincangan, Vrina mengambil sebatang rokok dan menghisapnya dalam-dalam tanpa tau bagaimana cara menikmati rokok, membuatnya terbatuk-batuk. Pandu membentak perilaku konyol Vrina. Namun Vrina semakin menjadi, ia menengguk alkohol sebotol. Pandu mencoba menghentikan Vrina yang terus menengguk alkoholnya. 

Lalu Vrina kini sudah tidak pada logikanya, Vrina merayu Pandu dan menariknya ke sebuah sofa. Pandu tidak ingin mengotori Vrina seperti yang ia biasa lakukan ke teman perempuan lainnya. Namun Vrina terus menggoda dan tanpa sengaja Pandu menjauhi Vrina dengan cara mendorongnya sekuat tenaga. Vrina terjatuh dan bahunya berguncang karena sesak tangis. 

Vrina tak kuat lagi menahan tangisnya, ia mengerang kencang. Karena orang yang dahulu selalu mengobati sakitnya kini menjadi seseorang yang menyakitinya. Hati Pandu pun terasa teriris karena orang yang dicintainya ia buat sakit dan hancur. Pandu merengkuh bahu Vrina dan membawanya pada pelukan hangat. Sekitar setengah jam Vrina dalam pelukan Pandu. Dan rasa mual mendadak Vrina rasakan dan membuatnya ingin memuntahkan segala isi dalam lambungnya. Pelukan itu terlepas dan Vrina terus memuntahkan isi perutnya hingga ia jatuh pingsan.

mau tau lebih lanjut? yuk baca di wattpad : @alvitard

Jumat, 06 September 2013

Cerpen Bersambung


kamu yang aku tidak mengerti

Nama gue, Aullia, di tahun terakhir gue SMP ini, rasanya, *demdemdem ah, pasti kece gue pake rok abu-abu :-* UN Alhamdulillah udah gue jalanin dengan beres… dan gue juga udah nerima NEM gue yang rata-ratanya hampir Sembilan. Ya, gue lebih seneng nyebut gitu dari pada nyebut ‘’rata-ratanya delapan lebih’’
Dan, Alhamdulillah juga gue bisa masuk SMA favorit dekat dengan rumah gue. Ahgila, hidup gue emang komplit! Gue sekolah di SMA 8.
Gue udah planning dari awal buat ikutan ekskul basket.Serius, jangan bilang gue ikutan basket cuma karena basket itu ngetren-terus gue pengen numpang kece. Ah enggak-enggak, salah besar.
Basket.The most one, of course, basket itu menghasilkan banyak keringat.Di berat gue yang kurang ideal ini gue mau dong ngurusin badan?Biar lebih kece.Akakakak. Kedua, gue mau aktif, gue pernah ngerasain jadi orang pasif, gak enak banget! disaat lo mau ngelakuin sesuatu tapi gak tau kenapa psikis kita tuh nahan untuk gak ngelakuin itu, rese kan! Ketiga, kakek gue pernah nanya “kamu gak ikut olahraga apa gitu dek?’’ saat itu kami lagi nonton Indonesia Open. Gak salah kan, kalau gue nunjukkin ke kakek gue, kalau gue punya kemampuan, gue gak lemah.
So, basket, okelah ya…
Hari ini gue ngedatengin hari pertama ekskul gue.Hm… pergaulan gue harus bagus disini, gaada waktu untuk jadi pendiam.
Gue datang dengan pakaian ala kadarnya. Kaus panjang berwarna biru laut dengan sedikit sablonan, celana trening berwarna hitam polos dengan dua garis di samping kanan-kiri. Ditambah sepatu kets berwarna putih yang baru aja gue beli setelah membujuk ibu mati-matian.
Gue datang dengan sikap layaknya junior. Tidak membusungkan dada dan sedikit menunduk. Lapangan basket outdoor yang memiliki luas 19 * 16 ini ternyata cukup luas, dengan dua pasang ring yang membelah lapangan menjadi dua lapangan basket.
Seorang guru laki-laki duduk diatas kursi yang memiliki sandaran dan empat roda yang bercabang dari leher kursi. Seorang laki-laki duduk diatas bangku semen yang sengaja dibuat disana. Mereka terlihat sangat akrab.
Tidak berapa lama kemudian guru yang baru gue tahu namanya Pak Dedi, setelah beliau mengenalkan diri, tentunya.Mengajak kami untuk duduk melingkar di atas lapangan beralas semen ini.Beliau mengajarkan dasar-dasar basket dan gue perhatiin dengan amat sangat. Lalu beliau mengajak kami untuk bermain. Cewek-cowok digabung. Dalam satu tim terdapat dua cowok dan tiga cewek.
Gue satu tim dengan kakak kelas yang tadi dekat dengan Pak Dedi, namanya Gino. Gue perhatiin tatapan dia ketus, ketus banget. Ah, kenapa gue setim sama dia sih?!
Hap! Gue dapet bola dari Vivi, oh no! gue harus ngapain? Ngedrible? Gue gak jago ngedrible serius!
‘’Bawa woy… jangan diem aja…’’ teriak Gino di ujung sana. Gue mengerutkan kening. Tuh, dari awal, gue ngerasain aura dia aja udah gak suka! Jadi karena gue kesel sama nada suara dia yang sama sekali gak ngenakin. Gue lempar asal. Gue lupa siapa tim gue, selain Nasti kakak kelas yang gue kenal,Vivi teman sekelas gue, sama Gino rese itu! Satu orang lagi, siapa? gue lupa.
‘’Bodoh, kenapa lo ngasih ke dia?!’’ katanya tajam saat berlari disamping gue.Gue menghentak bumi. Sebel!
‘’Lo travelling bodoh! Kenapa masih dilanjutin!’’ katanya, sangat tajam, lebih dari silet.Dan kami pun kena hukuman.Yang gue tau, kalo itu di bola, di sebut dengan ‘tendangan bebas’.
Lama-lama gue gak sabar.Udah berapa kali dia bilang gue bodoh?!Dalam beberapa menit doang. WTF!
‘’Buat apa lo masuk ekskul basket kalo lo aja gak bisa ngedrible!’’ katanya saat pemain lawan kembali ke tempat setelah menjebol abis-abisan ‘gawang’ kami.
‘’Gue ikut ekskul basket ya buat belajar! Bukan buat mamerin kemampuan basket kayak lo!’’ bales gue berapi-api. Gue gak peduli lagi apa jabatan gue disini dan apa jabatan dia disini. Darah naik ke ubun-ubun.
‘’Kemampuan?’’ dia mendengus ‘’yaiyalah lo gak nunjukin kemampuan lo, kemampuan aja lo gak punya’’ dia geleng-geleng kepala dan mendengus.
Vivi menatap gue tajam, memberi sebuah isyarat agar gue lebih bersabar. Dan ingat satu hal, jabatan gue Cuma sebagai anak baru disini. Gue memutar bola mata dan memandang kearah lain. Menghembuskan nafas berkali-kali, berharap kadar emosi gue menurun.
Sumpah, gue benci banget sama Gino, gak, gue gak sudi manggil dia kakak. Di permainan basket yang selanjutnya dia tetep nyebelin, dia gak pernah ngoper bola ke gue. Kak Nasti negur dia, dan dia bilang “percuma Nas, anak payah itu gak bisa ngedrible’’ di depan mata gue! WTF!
Setiap di sekolah waktu istirahat atau apapun saat bertemu dia, bertatap mata, bahkan.Dia gak negur gue.Gak, gue gak berharap dia tegur.Dan nyatanya dia Cuma buang muka atau natap gue remeh. Gue mau nunjukkin ke dia kalau gue gak payah dan paling utama gue GAK BODOH!
Di suatu hari, gue pulang sekolah, dan latihan basket mati-matian. Gue minta izin sama kakak kelas yang lagi main basket disitu untuk memakai salah satu ringnya. Dari sekolah rame sampai sepi.Dan baru gue sadari ada seseorang yang duduk di lantai lapangan, bersandar di bangku semen itu.Gino.Gue gak peduli makhluk asing itu disana. Sampai pada akhirnya dia ngajarin gue cara ngedrible, slam dunk, dan ngasih tau beberapa pelanggaran di basket. Dia ngajarin ke gue udah seperti bikin tutorial. Ah, bagaimanapun juga gue saat itu mengucapkan terima kasih yang dia balas dengan anggukan kecil.
Oya, gue juga ikut OSIS, gue jadi sekertaris, udah gue bilangkan, gue gak mau pasif, gue mau berguna. Saat itu hujan deras, gue lupa bawa payung, dan gue pun harus foto copy data. Tukang foto copy nya di seberang gerbang sekolah. Yang artinya gue harus menerobos hujan.
‘’Lia!’’ panggil seseorang yang sudah mulai gue kenal suaranya, Gino.‘’lo mau kemana?’’ tanyanya melihat tempat file plastik yang berisi data-data di tangan gue.
‘’Mau foto copy di depan, kenapa?’’
‘’Lo bodoh ya? Lagi hujan deres juga! Sini gue aja yang foto copy in’’ dia berusaha merebut folder itu, gue menepis tangannya.
‘’Ini tugas gue, gue gak mau nyerahin tanggung jawab gitu aja’’
‘’Ya tapi hujan, bodoh!’’
‘’Ya terserah gue!’’ gue mulai naik pitam. Tanpa diaba-aba gue yang baru saja akan melangkahkan kaki dan menerobos hujan malah ditarik oleh tangan besar Gino. ‘’apaan sih!’’ teriak gue dan dia Cuma diem, kami ke kelas XI IPA 2.
‘’Gisel’’ panggilnya ke seseorang didalam sana. Yang dipanggil dengan senang hati mendekati Gino, ah cewek itu suka sama Gino. ‘’lo bawa payung?’’ yang ditanya menjawab dengan wajah aneh melihat tangan besar itu berpegangan dengan tangan lain. ‘’bawa’’ jawab cewek itu dan yang gue tau dia langsung ngambil payung dan nyerahin ke Gino, sama halnya dia nyerahin gitu aja hatinya ke Gino.
Dan yang gue tau sekarang, gue sama Gino menerobos derasnya hujan berdua dengan payung yang tidak menutupi kepala kami dengan baik. Lebih tepatnya, kepala Gino.
‘’Lo bodoh ya! Buat apa lo nganterin gue, pada akhirnya lo basah gitu? Payungnya di ke lo in dikit lagi, gue basah dikit juga gapapa’’ kata gue, lega juga bisa bilang dia bodoh.
‘’Udah diem aja’’ suaranya tertimbun berisiknya derai hujan.
‘’Lo kok bodoh baget sih! Kan jadinya kepala lo-‘’
‘’Cepetan deh foto copy sana!’’ dia mengacak rambut cepaknya yang menyipratkan air hujan.
‘’Ish!’’ gue hendak mendekati abang-abang tukang foto copy namun baru menyadari tangan besar itu belum lepas dari genggaman.Aullia menatap tangan mereka yang saling berpegangan, Gino menatap sesaat dan sama-sama baru menyadari. Lalu ia melepas pegangan tangan itu.
---
Kebesokkannya, saat ekskul basket Gino tidak datang, dengar dari Yoga, teman dekat Gino yang ternyata saat itu dia yang setim dengan Aullia.Yoga mengabarkan Gino sedang sakit.Gue gak enak dong, itu pasti salah gue.Gue nyari tau alamat dia. Gue datang ke rumahnya.Dan gue melihat Gino tersenyum manis-senyum yang belum pernah gue lihat.Disampingnya ada cewek berambut lurus sebahu, Gisel.
Gue merasakan sesuatu yang sakit, di dalam sini, dalam hati gue.

-bersambung-


(beri komentar ya kawla muda...)