Jumat, 15 Februari 2019

Kontribusi bagi Keluarga dan Indonesia


Hidup. Jika kita berbicara tentang kehidupan. Akan banyak sekali cerita dan lika-liku nya. Lantas, apa yang dapat kita lakukan? Ini adalah pertanyaan besar yang harus dijawab oleh masing-masing dari kita. Kita punya cara sendiri dalam menghadapinya, begitu pun aku. Bagiku, hidup itu tentang hubungan kita terhadap banyak hal. Seperti ke keluarga, teman, tetangga dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kita sebagai individu memiliki banyak peran dalam berbagai situasi. Peran-peran tersebut dapat kita jalani bersamaan. Bersamaan yang beriringan namun terkadang saling tumpang tindih dan membuat kita burn out.
Burn out adalah keadaan stress secara psikologis yang sangat ekstrem sehingga individu mengalami kelelahan emosional dan motivasi rendah untuk bekerja. Burn out dapat merupakan akibat dari stress kerja yang kronis (King, 2010 dalam Purnamawat, 2015). Jika dikaitkan dengan banyak nya peran yang tumpang tindih, burn out dapat dikatakan sebagai reaksi dari banyaknya peran, harapan yang diinginkan orang lain untuk kita lakukan dan hal yang benar kita lakukan dengan berbagai emosi dalam diri.
Kemungkinan untuk burn out itu pasti ada untuk semua orang yang menjalankan banyak peran dalam kehidupannya. Misalnya seperti saya yang berperan sebagai anak, adik, teman, pengajar bimbel, pemula dalam berbisnis, mahasiswa, kepala divisi di organisasi A, kepala divisi di komunitas B dan wakil kepala divisi di organisasi C. Tetapi saya yakin bahwa setiap manusia mampu mengemban semua kewajiban yang telah ditaruh di pundaknya semaksimal mungkin. Orang bilang, kegagalan itu ada di depan mata, apalagi jika kita membagi atensi atau perhatian kita ke banyak hal. Tetapi yang saya yakini adalah kegagalan adalah takdir yang harus dijalani dari yang Maha Kuasa dan suatu pembelajaran terbaik yang dapat kita ambil sehingga tidak perlu berputus asa dan harus tetap berusaha.
Kembali berbicara mengenai peran yang banyak saya hadapi saat ini, saya melakukannya dengan semaksimal mungkin tanpa putus asa dan tanpa membatasi diri saya dalam berkarya. Ketika dalam lingkup keluarga, saya berperan sebagai satu-satunya anak perempuan dan satu-satunya anak yang masih tinggal bersama orang tua saya. Peran saya di sini adalah membantu kedua orang tua saya dan nenek saya dalam berbagai hal. Seperti membuat sarapan jika ibu saya tidak sempat memasak sebelum kerja, mencuci baju hingga menyapu dan mengepel atau sekedar memijat ibu saya. Saya berpegang teguh pada prinsip bahwa apa pun kewajiban saya di luar, saya sangat menyayangi ibu saya dan tidak ingin ketinggalan momen untuk membahagiakannya. Berat namun akan terus saya lakukan. Saya akan terus mengesampingkan ego saya dalam mengurusi masalah pribadi dan memprioritaskan keluarga dalam segala hal.
Selain peran dalam keluarga, saya banyak mengemban peran di organisasi kampus mau pun luar kampus. Bagi saya, tempat yang paling subur untuk terus berkembang adalah organisasi. Apa pun tugasnya, dalam sebuah organisasi kita pasti mendapatkan suatu hal. Baik mengasah soft skill tertentu saja mau pun menambah pengetahuan yang saat itu mau pun nanti akan sangat berguna untuk kehidupan kita. Jadi, saya sangat menikmati suka duka dalam banyak organisasi. Jika ditanya hal apa yang telah saya berikan kepada Indonesia jujur saya merasa kecil. Namun, pertanyaan tersebut membangkitkan semangat saya untuk terus mencari, dari sisi apa saya dapat berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Namun ternyta kalau ditelaah lebih lanjut, dapat dikatakan secara tidak langsung saya sudah mengambil bagian dalam berkontribusi untuk kemajuan Indonesia. Contohnya dalam hal mengajar, di setiap pertemuan dimana saya menjadi pengajar, saya membiasakan diri untuk membangun api semangat mereka untuk lebih memahami diri nya sendiri sehingga memahami apa yang harus dia lakukan untuk masa depannya. Tidak hanya soal cerdas materi, tetapi saya juga berusaha agar adik-adik dapat lebih percaya diri di kelas dan mengapresiasi setiap kemajuannya.
Dengan begitu, sejalan dengan kontribusi yang saya akan berikan juga kepada Indonesia di tahun yang akan mendatang, saya ingin membuat sebuah sistem pendidikan yang tidak rumit, sistematis, santai tapi produktif, efektif dan efisien. Suatu hari nanti saya akan membuat sebuah sekolah yang memahami betul tahap perkembangan anak muridnya, memahami keinginan dan kesejahteraan untuk gurunya hingga kolaborasi antara mereka dapat membentuk bangsa Indonesia menjadi negara maju. Karena jiwa muda yang terdidik akan menjadi tiang bagi bangsa yang besar.
Kata kunci : Beasiswa Bazma Pertamina


Tidak ada komentar:

Posting Komentar